
SINAR matahari punya manfaat besar bagi kehidupan manusia. Di sisi lain, ada pula dampak buruk jika Anda tak memanfaatkannya dengan bijak. Salah satunya dari risiko kanker kulit.
Angka kejadian kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya, terutama di kawasan Afrika Selatan, dan Australia. Apa pasal? Seperti dikutip Health24, penduduk Eropa yang tinggal di Afrika Selatan dan Australia adalah penderita terbanyak kanker kulit di seluruh dunia. Sebab, kedua negara ini menerima radiasi sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas tinggi.
Dr Carl Albrecht menyuarakan keprihatinannya karena penduduk Afrika Selatan tidak terlalu menyadari bahaya kanker kulit dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Australia.
Penyebab terjangkitnya kanker kulit ialah terlalu banyak terpapar radiasi sinar UV, dan terbiasa berjemur di pantai dengan hanya mengenakan pakaian renang. Banyak orang tidak menyadari bahaya sinar UV ketika asyik berjemur. Dengan kasus ini, berjemur bukan sesuatu yang menyehatkan kulit karena memiliki efek samping kanker kulit.
Jika Anda termasuk orang yang senang berjemur tapi tak ingin menderita kanker kulit, sangat mudah untuk mencegahnya. Memakai topi lebar dan kacamata dapat menghindari wajah dari paparan sinar matahari langsung. Selain itu, kenakan pakaian berlengan panjang dengan model longgar.
Jangan pernah ke luar ruangan tanpa sunscreen. Lindungi seluruh tubuh Anda dari bahaya buruk sinar matahari dengan sunscreen ber-SPF minimal 45.
Penting diperhatikan oleh anak kecil dan bayi karena mereka mudah diserang kanker kulit. Sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 harus dihindari sebab pada tengah hari itulah intensitas sinar UV sangat kuat. Tidak hanya berlaku untuk anak-anak, orang dewasa juga harus menghindari paparan buruk sinar matahari langsung pada waktu tersebut.
Orang berkulit putih pucat dengan rambut berwarna merah juga harus lebih memerhatikan kulit dari risiko kanker kulit. Begitupun orang yang memiliki bintik-bintik pada. Apalagi, jika Anda memiliki sejarah kanker kulit di garis keturunan keluarga.
Angka kejadian kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya, terutama di kawasan Afrika Selatan, dan Australia. Apa pasal? Seperti dikutip Health24, penduduk Eropa yang tinggal di Afrika Selatan dan Australia adalah penderita terbanyak kanker kulit di seluruh dunia. Sebab, kedua negara ini menerima radiasi sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas tinggi.
Dr Carl Albrecht menyuarakan keprihatinannya karena penduduk Afrika Selatan tidak terlalu menyadari bahaya kanker kulit dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Australia.
Penyebab terjangkitnya kanker kulit ialah terlalu banyak terpapar radiasi sinar UV, dan terbiasa berjemur di pantai dengan hanya mengenakan pakaian renang. Banyak orang tidak menyadari bahaya sinar UV ketika asyik berjemur. Dengan kasus ini, berjemur bukan sesuatu yang menyehatkan kulit karena memiliki efek samping kanker kulit.
Jika Anda termasuk orang yang senang berjemur tapi tak ingin menderita kanker kulit, sangat mudah untuk mencegahnya. Memakai topi lebar dan kacamata dapat menghindari wajah dari paparan sinar matahari langsung. Selain itu, kenakan pakaian berlengan panjang dengan model longgar.
Jangan pernah ke luar ruangan tanpa sunscreen. Lindungi seluruh tubuh Anda dari bahaya buruk sinar matahari dengan sunscreen ber-SPF minimal 45.
Penting diperhatikan oleh anak kecil dan bayi karena mereka mudah diserang kanker kulit. Sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 harus dihindari sebab pada tengah hari itulah intensitas sinar UV sangat kuat. Tidak hanya berlaku untuk anak-anak, orang dewasa juga harus menghindari paparan buruk sinar matahari langsung pada waktu tersebut.
Orang berkulit putih pucat dengan rambut berwarna merah juga harus lebih memerhatikan kulit dari risiko kanker kulit. Begitupun orang yang memiliki bintik-bintik pada. Apalagi, jika Anda memiliki sejarah kanker kulit di garis keturunan keluarga.









Lihat Daftar Isi !


